Panduan Contoh Soal, Media Belajar, Perangkat Guru, dan Kurikulum: Buku Siswa dan Guru Agama Buddha SMP Kelas 7

Buku Siswa dan Guru Agama Buddha SMP Kelas 7

Buku panduan guru dan buku siswa kelas 7 Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kurikulum 2013

Semangat Menuju Kebaikan

Dalam pandangan agama Buddha, proses belajar tidak hanya untuk mengetahui atau mengingat (pariyatti), tetapi juga untuk melaksanakan (patipatti) dan mencapai penembusan (pativedha).

"Seseorang banyak membaca kitab suci, tetapi tidak berbuat sesuai dengan ajaran, orang yang lengah itu sama seperti gembala yang menghitung sapi milik orang lain, ia tidak akan memperoleh manfaat kehidupan suci." (Dhp. 19)

Untuk memastikan keseimbangan dan keutuhan penguasaan kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan, pendidikan agama perlu diberi penekanan khusus terkait dengan pembentukan budi pekerti, yaitu sikap atau perilaku dalam hubungannya dengan diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa, serta alam sekitar. Proses pembelajarannya mesti mengantar para peserta didik dari pengetahuan tentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen terhadap kebaikan, dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan.

"Pengetahuan saja tidak akan membuat orang terbebas dari penderitaan, tetapi ia juga harus melaksanakannya" (Sn. 789)

Itulah semangat yang ingin ditanamkan melalui Buku guru dan buku siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kurikulum 2013. Anda dapat mengunduh buku kurikulum 2013 untuk jenjang SMP tersebut pada tautan di bagian bawah halaman ini.

buku Pendidikan agama Budha kurikulum 2013

Contoh Isi Buku Guru

BAB 1

Pascapenerangan Sempurna Buddha Gotama

A. Kompetensi Inti
Mencoba, mengolah, dan menyaji berbagai hal dalam ranah konkret (meng gunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan dari berbagai sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar
1.1 Menceritakan peristiwa tujuh minggu setelah Petapa Gotama mencapai Penerangan Sempurna 

C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1.1.1 Menyebutkan tujuh tempat Buddha berdiam setelah pencapaian Penerangan Sempurna
1.1.2 Menceritakan kegiatan Buddha selama tujuh hari (minggu pertama) di singgasana Arajita
1.1.3 Menceritakan kegiatan Buddha pada minggu kedua 
1.1.4 Menceritakan kegiatan Buddha pada minggu ketiga 
1.1.5 Menceritakan kegiatan Buddha pada minggu keempat 
1.1.6 Menceritakan kegiatan Buddha pada minggu kelima 
1.1.7 Menceritakan kegiatan Buddha pada minggu keenam
1.1.8 Menceritakan kegiatan Buddha pada minggu ketujuh
1.1.9 Menemukan nilai-nilai penting dalam kisah tujuh minggu setelah Pencapaian Penerangan Sempurna Petapa Gotama

....

Minggu pertama 

Minggu pertama Buddha duduk di bawah pohon Bodhi meresapi Kebahagiaan Kebebasan (Vimutti Sukha). Buddha bangkit dari keadaan konsentrasi dan pada malam pertama sepenuhnya memahami “Hubungan sebab-akibat yang saling bergantung” (Paticcasamuppada), dengan urutan sebagai berikut: 

“Dengan adanya ini (sebab), muncullah itu (akibat). Dengan tidak timbulnya ini (sebab), tidak timbullah itu (akibat).”

Paticcasamuppada dapat diuraikan sebagai berikut.
Karena kegelapan batin (avijja), muncullah bentuk-bentuk karma/batin (sankhara).
1. Karena bentuk-bentuk karma, muncullah kesadaran (vinnana).
2. Karena kesadaran, muncullah batin dan bentuk (nama rupa).
3. Karena batin dan bentuk, muncullah enam landasan indra (salayatana).
4. Karena enam landasan indra, muncullah kontak (passa).
5. Karena kontak, muncullah perasaan (vedana).
6. Karena perasaan, muncullah nafsu keinginan (tanha).
7. Karena nafsu keinginan, muncullah kemelekatan (upadana).
8. Karena kemelekatan, muncullah kelangsungan hidup (bhava).
9. Karena kelangsungan hidup, muncullah kelahiran (jati).
10. Karena kelahiran, muncullah penuaan dan kematian (jaramarana). 
11. Karena penuaan dan kematian, muncullah kesedihan (soka), ratapan (parideva), penderitaan (dukkha), duka cita (dumanassa), dan keputusasaan (upayasa). Peristiwa pada minggu pertama dikenal sebagai pallankasattaha karena Buddha Gotama tetap duduk di tahta yang tidak terkalahkan di kaki pohon Bodhi selama tujuh hari.

Download

Buku Guru Agama Budha SMP Kelas 7
Buku Siswa Agama Budha SMP Kelas 7