Panduan Contoh Soal, Media Belajar, Perangkat Guru, dan Kurikulum: UKG: Perlukah?

UKG: Perlukah?

Mengapa Guru Perlu Ikut Uji Kompetensi? Apa Saja yang Baru di UKG 2015? Bagaimana kualitas soal diuji dan digitalisasi?

Dari Kemendikbud - Infografis UKG

Mengapa Guru Perlu Ikut Uji Kompetensi?

  • Guru bisa menggunakan UKG sebagai sarana untuk mengembangkan diri.
  • Guru yang terus belajar akan jadi inspirasi nyata bagi siswa.

inspirasi pembelajar yang terus belajar

Guru bisa mengetahui capaian kompetensinya selama ini.

Langkah awal guru untuk mengembangkan kompetensi:
  • Pelatihan yang sesuai dengan rapor kompetensi guru
  • Kesempatan mengembangkan diri dan prestasi bagi guru

Dengan mengikuti UKG, diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Melalui proses UKG, guru-guru jadi contoh nyata pembelajar yang terus belajar.

Apa Saja yang Baru di UKG 2015?

Pada UKG 2012-2014, peserta Uji Kompetensi adalah sebagian guru yang ingin disertifikasi. Guru menjalani uji kompetensi hanya berdasarkan mata pelajarannya.

Pada UKG 2015: Peserta UKG adalah semua guru yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pengembangan Kompetensi berupa Rapor Kompetensi yang selanjutnya berguna untuk Pengembangan Guru. Guru menjalani uji kompetensi sesuai mata pelajaran dan jenjang pendidikan tempatnya mengajar.

yang baru pada UKG 2015

Visi: UKG 2015 Menuju Guru yang Berkualitas

Bagaimana Proses Persiapan UKG 2015?

Persiapan matang, melibatkan banyak pakar, menuju hasil terbaik!
proses persiapan UKG

Pembuatan Soal

  • Ada sekitar 200 mata pelajaran yang akan diujikan
  • Peserta mendapat 60-100 soal dalam sesi ujian
  • Waktu ujian sekitar 120 menit
  • Pembuatan soal UKG melibatkan 656 Widyaiswara (pakar pendidikan) di seluruh P4TK
  • Proses persiapan soal juga melibatkan guru dan dosen

Uji Kualitas Soal

  • Validasi soal dilakukan oleh 40 pakar pengukuran dari Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)
  • Persiapan UKG melibatkan beragam asosisasi profesi, antara lain: Persatuan Ahli Teknologi Perikanan, Asosiasi Guru Mata Pelajaran, Ahli Teknik, dan lain-lain.
  • Proses Uji melibatkan beragam universitas negeri dan swasta, antara lain: LPTK, ITB, UGM, IPB, Unair, Unhas, dan Trisakti
  • Kalangan industri pun ikut terlibat, antara lain: industri otomotif, industri perkapalan, industri elektronika, industri farmasi, industri pertanian, industri jasaboga, industri kecantikan dan lain-lain

Digitalisasi Ujian

  • Uji Kompetensi Guru dilakukan secara online di 477 Kabupaten/Kota
  • UKG Offline juga dipersiapkan untuk 37 Kabupaten/kota
  • Proses Ujian telah diakreditasi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Persiapan Teknis UKG

  • 4035 tempat uji kompetensi tersebar di seluruh Indonesia
  • 4100 operator yang telah dilatih untuk memperlancar jalannya UKG
  • Referensi pembelajaran telah disediakan melalui laman gtk.kemdikbud.go.id

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Lantai 11 Gedung D Kemdikbud
Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270

Call center: 177
Telp: 021-57974168
SMS: 0811976929
Email: ukg@kemdikbud.go.id

Kemdikbud.RI
@Kemdikbud_RI